Assalamualaikum Wr.Wb
Hello semua :)
Okeyy..ini blog pertama kuu :)
Mon maap ya..kalo ada salah pengetikan..atau kata-katanya kurang asik hehe.
Nahh disini aku ingin ngebahas tentang "masyarakat multikultural" seperti judul diatas itu.. yang paling gede tulisannya
Mohon dibaca ya gaes.. semoga ga ngebosenin hehehe.
PENGERTIAN MASYARAKAT MULTIKULTURALISME
Multikulturalisme, nahh dari multikulturalisme ini sendiri juga punya arti lho..multikulturalisme itu adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan pandangan seseorang tentang ragam kehidupan di dunia, ataupun kebijakan kebudayaan yang menekankan tentang penerimaan terhadap adanya keragaman, dan berbagai macam budaya (multikultural) yang ada dalam kehidupan masyarakat menyangkut nilai-nilai, sistem, budaya, kebiasaan, dan politik yang dianut mereka.
Nahh.. kalo definisi Masyarakat multikultural itu sendiri adalah suatu masyarakat yang terdiri dari beberapa macam komunitas budaya dengan segala kelebihannya, dengan sedikit perbedaan konsepsi mengenai dunia, suatu sistem arti, nilai, bentuk organisasi sosial, sejarah, adat serta kebiasaan (“A Multicultural society, then is one that includes several cultural communities with their overlapping but none the less distinc conception of the world, system of [meaning, values, forms of social organizations, historis, customs and practices.
- Masyarakat majemuk dengan komposisi seimbang
Terdiri atas sejumlah komunitas atau etnis yang mempunyai kekuatan kompetitif yang kurang lebih seimbang. diperlukan koalisi antar etnis agar masyarakat stabil.
- Masyarakat majemuk dengan mayoritas dominan
terdiri atas sejumlah komunitas etnis dengan kekuatan kompetitif tidak seimbang. kelompok etnis mayoritas mendominasi kompetisi politik ekonomi.
- Masyarakat majemuk dengan minoritas dominan
kelompok etnis minoritas memiliki keunggulan kompetitif yang luas sehingga mendominasi kehidupan politik dan ekonomi masyarakat.
- Masyarakat majemuk dengan fragmentasi
kelompok etnis minoritas memiliki keunggulan kompetitif yang luas sehingga mendominasi kehidupan politik dan ekonomi masyarakat.
Menurut Nasikun
Masyarakat majemuk adalah masyarakat yang menganut berbagai sistem nilai yang dianut oleh berbagai kesatuan sosial yang menjadi bagian-bagiannya adalah sedemikan rupa sehingga anggota masyarakat kurang memiliki loyalitas terhadap masyarakat sebagai keseluruhan, kurang memiliki homogenitas kebudayaan, dan bahkan kurang memiliki dasar-dasar untuk saling memahami satu sama lain.
Menurut Azyumardi Azra
Multikulturalisme
pada dasarnya adalah pandangan dunia yang kemudian dapat diterjemahkan
ke dalam berbagai kebijakan kebudayaan yang menekankan penerimaan
realitas pluralitas agama dan multikultural yang terdapat dalam
kehidupan masyarakat. Multikulturalisme juga dapat dipahami sebagai
pandangan dunia yang kemudian diwujudkan dalam kesadaran politik.
Menurut Parekh
Masyarakat multikultural adalah
masyarakat yang terdiri dari beberapa jenis kumunitas budaya dengan
semua manfaat, dengan sedikit perbedaan dalam konsepsi dunia, sistem
makna, nilai, bentuk organisasi sosial, sejarah, adat istiadat dan
kebiasaan.
Menurut Lawrence Blum
Multikulturalisme
meliputi pemahaman, apresiasi dan penilaian budaya seseorang, serta
penghormatan dan keingintahuan tentang budaya etnis orang lain.
Menurut Rifai Harahap
Gagasan multikulturalisme,
perspektif, kebijakan, sikap dan tindakan, oleh orang-orang dari
negara, beragam dalam hal etnis, budaya, agama dan sebagainya, tetapi
bercita-cita untuk mengembangkan semangat kebangsaan yang sama dan
kebanggaan untuk membela pluralitas.
Menurut Clifford Geertz
Sebuah masyarakat plural adalah masyarakat yang terbagi menjadi beberapa subsistem embrio itu sendiri dan terikat dalam ikatan primordial.
Menurut Suparlan
Sebuah ideologi yang mengakui dan mengagungkan perbedaan dalam kesetaraan baik individu dan budaya.
Ciri-ciri masyarakat multikultural
Menurut pendapat Pierre L. Van den Berghe, seorang ahli budaya. Masyarakat majemuk memiliki karakteristik tertentu. Nahh.. berikut ini beberapa poin yang menjadi ciri-ciri masyarakat majemuk, yaitu :
♣ Masyarakat majemuk memiliki anggota kelompok tersegmentasi kedalam subkultur yang berbeda satu sama lain.
♣ Masyarakat majemuk memiliki struktur sosial yang terbagi-bagi kedalam lembaga yang bersifat nonkomplementer.
♣ Masyarakat majemuk kurang mengembangkan konsensus pada nilai-nilai dasar anggota masyarakatnya secara keseluruhan.
♣ Masyarakat majemuk relatif sering mengalami konflik antarkelompok.
♣ Masyarakat majemuk secara relatif membangun integrasi sosial diatas paksaan atau karena adanya saling ketergantungan ekonomi.
♣ Masyarakat majemuk eksis dibawah dominasi suatu kelompok terhadap kelompok lain.
Karakteristik masyarakat multikultural
1. Terjadinya segmentasi ke dalam bentuk-bentuk kelompok sosial
Keberagaman yang terdapat dalam masyarakat dapat membuat masyarakat membentuk kelompok tertentu berdasarkan identitas yang sama sehingga menghasilkan sub kebudayaan berbeda satu dengan kelompok lain. Misalnya, di pulau Jawa terdapat suku Jawa, Sunda, dan Madura di mana ketiga suku tersebut hidup di pulau Jawa dan memiliki kebudayaan yang berbeda.
2. Memiliki pembagian struktur sosial ke dalam lembaga-lembaga yang bersifat non-komplementer.
Masyarakat yang beragam membuat struktur masyarakat pun mengalami perbedaan antara masyarakat satu dengan masyarakat lain. Perbedaan struktur masyarakat itu dapat dilihat melalui lembaga-lembaga sosial yang bersifat tidak saling melengkapi. Misalnya, pada lembaga agama di Indonesia yang menaungi beberapa agama memiliki stuktur yang berbeda. Lembaga-lembaga agama tersebut tidak saling melengkapi karena karakteristik dari keberagaman masyarakat (agama) pun berbeda.
3. Kurang mengembangkan konsensus (kesepakatan bersama).
Masyarakat yang beragam memiliki standar nilai dan norma berbeda yang diwujudkan melalui perilaku masyarakat. Hal itu disebabkan karena karakteristik masyarakat yang berbeda kemudian disesuaikan dengan kondisi lingkungan fisik dan sosial. Karena kondisi masyarakat yang beragam tersebut, kesepakatan bersama cenderung susah untuk dikembangkan.
4. Relatif sering terjadi konflik.
Perbedaan-perbedaan yang ada di masyarakat menjadi salah satu pemicu terjadinya konflik. Konflik yang terjadi bisa sangat beragam, mulai dari konflik antar individu sampai konflik antar kelompok. Hal ini bisa disebabkan oleh minimnya toleransi satu sama lain, baik antar individu maupun antar kelompok.
5. Secara relatif, integrasi sosial tumbuh karena paksaan dan saling ketergantungan di bidang ekonomi.
Jika masyarakat multikultural bisa terkoordinasi dengan baik, maka integrasi sosial sangat mungkin terjadi. Akan tetapi, integrasi sosial di masyarakat timbul bukan karena kesadaran, melainkan paksaan dari luar diri atau luar kelompok. Contoh : aturan tentang anti-diskriminasi dalam penggunaan fasilitas publik.
Selain itu, masyarakat memiliki ketergantungan dalam bidang ekonomi yang dapat mendorong terjadinya integrasi karena kebutuhannya. Contohnya adalah individu yang bekerja pada individu atau perusahaan lain membuat dirinya harus mematuhi segala aturan yang dibuat. Terjadinya kondisi patuh dan integrasi timbul karena adanya aturan yang mengikat individu dalam melaksanakan pekerjaannya dan hal tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan ekonominya.
6. Adanya dominasi politik
Kelompok-kelompok tertentu dalam masyarakat multikultural dapat memiliki kekuatan politik yang mengatur kelompok lain. Hal ini menjadi bentuk penguasaan (dominasi) dari suatu kelompok kepada kelompok lain yang tidak memiliki kekuatan politik.